Kamis, 12 April 2018

Mimi ai lop yu

Aku kadang ngerasa kecewa sama diri sendiri. Ketika aku berusaha nice ke banyak orang, kenapa aku engga berusaha nice ke ibuku. Aku udah berusaha bersikap lebih tenang dan tidak emosional tapi terkadang hal hal sepele membuat aku gampang emosi.

Mungkin karena efek lelah, jenuh, dan ingin diam.

Ibuku itu memang cerewet. Tapi tidak seharusnya aku bersikap begitu. Kepada kakak2ku pun aku kadang tidak nice karena kesal.

Padahal mereka yang paling mau berkorban, selalu nice padaku, dan yang selalu bisa diandalkan.

Aku merasa kecewa pada diriku sendiri.

Aku harap aku lebih bisa menahan emosi dan amarah.

Karena sebenarnya dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku sayang banget sama mereka.

Minggu, 08 April 2018

Perihal Ngurusin Hidup Orang

Kenape juga gue mesti mgurusin hidup orang?
Dia siapa? ibu bapaknya ada,  Ngapain juga gue mesti ngurusin keputusan dia.

Tapi, gue peduli sama dia. Mau gimana lagi? Dia sohib gue. Pas dia sedih gue ikutan sedih. Gue ikutan kasihan. Gue ikutan berempati. Karena gue juga udah pernah berada di posisi itu.

Sayangnya, gue engga bisa berbuat apa2. Dia sudah menentukan keputusan.

Gue cuma bisa berharap dan berdoa. Semoga dia mendapatkan jawaban atas segala keresahannya, mendapatkan solusi atas segala masalahnya, mendapatkan apa yang diinginkannnya...

Gue harap Allah ngasih dia petunjuk.

Amiiin....

Dari gue buat dia temen gue, S.

Jumat, 06 April 2018

Menggantung harapan

Ketika mantan mantan tiba2 ngajak balikan. Atau ketika mantan mantan kembali menghubungi, tepat ketika kita sudah memiliki pujaan hati, itu menandakan bahwa mereka menyesal.

Satu hal yang aku syukuri adalah, aku selalu berusaha berbuat baik pada mereka. Sehingga pada akhirnya aku tidak menemukan penyesalan apapun.

Ya walaupun sebenarnya tak ada yang patut aku banggakan juga. Lah wong aku yang disakiti.

Tapi engga apa apa. Aku berusaha memaafkan walaupun sakit hati. Dan rasa sakit itu kerasa tiba2. Walaupun aku engga mau nyimpen dendam. Yaudahlah yang udah mah udah. Gitu pikirku. -walau tiba2 inget lagi-

Sekarang si mantan nangis nangis nyesel... dulu juga pernah begitu. Sampek semua nomor temanku dihubungi semua. Diteror. Karena nomor dia aku blokir. Makanya dia sasah.

Karena prinsipnya aku yang udah mah udah.. orang yang diudahinya masih baper.

Kadang aku mau tanya sama mereka, dulu ke mana aja? Dulu kenapa engga sadar2? Dulu pas masih hubgungan kok engga berusaha berubah? Kenapa engga ngajak serius? Kenapa ngegantung harapan? Kenapa juga lo datang dan menyesal? Kan ini semua terjadi karena lo yang pengen. Hubungan ini pun berakhir karena lo yang pengen.

Dengan bersikap seperti itu membuat gue lelah.
Emangnya Lo pikir hati gue batu, cinta gue engga sedalem itu woy. Sampe gue harus rela berkorban terus. Mending gue berkorban buat keluarga buat orang tua yang udah jelas sayangnya ame gue.

Dan untuk semua mantan yang pernah berbuat tidak baik padaku, terima kasih atas semuanya. Bad people always teach the right lesson. Terima kasih juga, kalian tidak seutuhnya buruk. Kalian juga ada baiknya kok. Tenang saja. Aku engga lupa. 😆😆

Dan semoga ke depannya jalian ingat untuk tidak menyakiti, menyianyiakan, dan nengecewakan perempuan lagi. Awas loh, nanti nyesek kek sekarang.. 😆😆😆😅😅

Kamis, 05 April 2018

Sifat diri mengkaji diri

Oh my to the god. Belakangan aku tak bisa menahan emosi ketika di rumah.

Ada kalanya aku ingin diam saja ketika di rumah. Menenangkan diri dan melakukan hal yang aku inginkan.

Pusing kali lagi ingin diem malah ditatanyaaaaaaaaa wae. Atau malah dicarekaaaaaaaannnn wae. Dibentak.

Otomatis aku jadi emosi. Emosssiiiiiiiiiiiiii