Jumat, 08 Juni 2018

Dia Si yang Ngaku Baik

Jadi gini temans, sebelumnya saya pernah bekerja di salah saty toko obat herbal sebagai tim marketingbonline. Tapi jujur aja aku belum punya tim. Lah wong aku cuma sendiri.

Aku lukusan S1 Bahasa Inggris, baru aja keluar dari kerjaanku yang jauh lebih bagus dengan gaji yang lebih bagus juga. Memutuskan untuk keluar karena ingin bekerja di Adis (pada saat itu namanya) biar liburnya 2 hari dan mendapat gaji yang layak. Tak jauh beda dengan pekerjaan sebelumnya. Namun belum ada panggilan. Jadi aku memutuskan untuk resign karena sudah lelah dengan jarak dan beban kerja.

O iya sekedar info, aku kerja di furniture milik orang Eropa.

Nah, untuk menunggu panggilan aku bekerja di salah satu toko herbal di majalengka.

Dan sumpah ini pengalaman terburukku selama bekerja.

Jadi, saat itu aku melakukan sebuah kesalahan kecil. Toko herbal tersebut hendak mengirimkan pesanan via expedisi dan kita salah spasi entah salah titik koma yang jelas hal tersebut sebenarnya tidak berpengaruh besar pada pengiriman. Dijamin bakal sampai ke alamat tujuan.

And you know what? Karena kesalahan sedikit tersebut kami semua dimarahi sampai jam 2 malam.

Kamu tahu engga isi ceramahnya apa? Dia menghina usia, fisik, keadaan, pengalaman kerja, pendidikan, status, dan ekonomi.Bahkan tahi lalat dipipi aja pake dikomentari. Lucu engga sih?

Selama aku kerja di perusahaan milik asing. Bosku engga pernah marah dan sampai mencerca ke masalah pribadi. Aku kerja sama orang china dan eropa engga gitu2 amat.

Sakit hati sumpeh sampe sekarang. Dengan sombongnya dia memamerkan penghasilannya ke aku. Padahal ya buat apa? Percuma. Salah sasaran. Audzubillahimindzalik. Semoga dijauhkan dari sifat sombong seperti itu.

Dia juga ngehina temenku yang super baik yang setiap saat selalu bisa nolong aku. Jauh banget kebaikannya dibanding dia yang ngehina dina temenku itu.

Alhamdulillah setelah kejadian itu esoknya aku ada panggilan test di perusahaan yang aku tuju dan akhirnya lulus. Kemudian setelah hari kedua interview, siangnya aku langsung ngajuin surat resign.

Suratnya aku kasih langsung ke orang yang disebut sebagai anak emas pemilik toko. Anehnya, katanya hebat tapi kok belum ada improve? Dibanggakan setengah mati. Tapi masih aja kerja disitu. Kan aneh ya...

Sambil ngambil barang2 aku pesen sama dia, kalau memang tidak ingin menerima pekerja dari lulusan ono jangan maksain. Daripada diintimidasi.

Lagian juga mereka yang menghina orang lain adalah pribadi yang lebih hina dari yang dihina. Ya, semacam sedang menunjukkan kualitas dirinya sendiri.

Dan kenapa akhirnya aku nulis ini? Oh dear, im only the woman same like you. Kadang kalau aku inget, aku sakit hati banget. Dan aku gak tau harus cerita ama siapa. Engga akan ada yang benar2 paham. Kecuali sama yang sependeritaan.

Dan kalian tahu engga? Sekarang si orang yang mengaku sukses nan baik hati tersebut sedang nyaleg dari salah satu partai.

Dan i hate pencitraannya... i hate for every words that he said to me. And i really want to see him feel like what i felt before. Tapi kadang2 doang sih. Walau tanpa didoain, tanpa dibales, toh setiap perbuatan pasti akan ada balasan.

Aku engga berharap dia jatuh miskin, gagal nyaleg, dan atau apapun. Cuma berharap dia itu sadar dan tahu kalau mulut yang nyakitin hati orang seperti yang pernah dia lakukan ke banyak orang itu salah besar. Dan aku yakin Allah maha tahu balasan terbaik bagi setiap orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar